Industri hiburan di Korea gak henti-hentinya berkarya, ya. Termasuk drama televisinya. Coba deh, sudah berapa judul drama yang tayang sejak awal tahun 2018? Nah, itu dah, karena terlalu larut sama aktivitas sehari-hari, jadi baru ngeh kalau drama korea tahun ini hampir semuanya bagus-bagus dan worth to watch banget. 

Diantara drama-drama yang sudah tayang selama paruh awal tahun ini, aku paling terkesan dengan drama "Wok of Love" yang tayang perdana di channel SBS pada awal bulan mei lalu. Dramanya baru aja tamat minggu lalu dan aku masih belum rela :(. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mereview drama ini dengan tujuan ya itu, kangen. serta mengapresiasi juga sih ya.



Kenapa aku memilih drama ini untuk aku tonton dan tunggu setiap minggunya?

Karena drama ini bergenre romantic comedy. Pikiran lagi berat gini jangan kasi nonton drama berat-berat lah.

Selain itu juga karena yang main Junho oppa! Aku suka dia karena wajahnya yang kadar-orientalnya pas dan suaranya berat-berat menggelitik. Sebelumnya pernah nonton dramanya yang chief kim tapi kurang puas karena jalan ceritannya gak bisa aku mengerti sepenuhnya :( Aku bahkan belum pernah nonton dramanya Jung Ryeo-won maupun Jang Hyuk sebelumnya.

Perpaduan antara kehidupan koki restoran cina, gangster baik (?), perceraian, dan kehidupan pengelola hotel juga sukses membuatku penasaran dengan drama ini hingga sampai minggu lalu, selalu gasabar nunggu hari senin-selasa :(

Di drama ini banyak banget yang diaduk-aduk, yaa namanya juga drama. Ada romancenya, bromance, family squad yang kompak, dan banyak lagi! 


How was my first impression?

..... Ngeseliiin!

Jadi drama ini tuh menceritakan tentang Seo Poong (diperankan Junho 2PM) yang merupakan seorang koki restoran cina terkenal di sebuah hotel. Poong adalah kepala bagian api dan diantara koki yang lain, ia yang paling kompeten. 

Tapi, kompeten saja gak cukup untuk membuat hidupnya aman. Istrinya, yang baru sekitar seminggu dinikahinya, selingkuh dengan CEO hotel tempat ia bekerja. Kemudian ia dipindahtugaskan ke restoran pribadi CEO hotel di pelosok kota yang bahkan hampir gak pernah dikunjungi orang. Atasannya yang merupakan executive chef juga ternyata diam-diam iri dengan Poong dan mendukung keputusan CEO hotel tersebut. Poong sangat marah dan kesal. Harga dirinya terinjak. Ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja dari restoran itu.

Poong pun berusaha membalaskan dendamnya terhadap hotel tersebut. Ia mengontrak bangunan restoran cina di depan hotel tersebut pada seorang gangster pemilik gedung dan pemilik agen pinjam uang "Cahaya dan Bayangan". Gangster tersebut adalah Doo Chil-seong (diperankan Jang Hyuk). Enggak mudah untuk mendapatkan izin kontrak darinya karena yah you-know-lah, gangster itu gak sendiri. Padahal, sebenarnya Doo Chil-seong sebagai pimpinan mereka adalah orang yang cukup baik hati loh. Ia hanya memberi satu syarat kepada Poong agar anak buahnya diizinkan untuk kerja di dapurnya. Tapi Poong menolak. Poong malah mencari karyawan baru. 

Pada kehidupan yang lain, Dan sae-woo (diperankan Jung Ryeo-won) gagal mengadakan resepsi pernikahan karena ditinggal suaminya dikarenakan ayahnya bangkrut dan dipenjara. Padahal ia dan suaminya sudah mendaftarkan pernikahan sebelum itu. Sae-woo pun perlu uang. Ia bertemu dengan Chil-seong dan meminjam uang pada agennya, dan melihat lamaran kerja yang ditempel Poong di depan pintu restoran, ia memutuskan untuk melamar. Jadilah Chil-seong memberi syarat kepada Poong agar menerima Sae-woo bekerja di sana. Tapi tetap saja, Sae-woo awal-awalnya menolak.

Itulah sekiranya yang terangkum pada awal-awal episode. Begitu menyimak ceritanya, aku merasakan rasa ingin tahu dan tertarik, karena sepertinya akan ada penguatan karakter yang berkembang di setiap episodenya. Aku pun kembali melihat deskripsi mengenai drama Wok of Love ini di internet dan menyadari bahwa penulisnya adalah Seo Sook-hyang, orang yang sama dengan penulis drama 'Jealousy Incarnate'. 


Karakter Tokoh
Seo Poong (Junho) - Dan Sae-woo (Jung Ryeo-won) - Doo Chil-seong (Jang Hyuk)
Sama halnya dengan drama-drama sebelumnya yang ditulis oleh Seo Sook-hyang, kekuatan ceritanya ada pada karakter yang ditampilkan, sehingga memunculkan perasaan emosional yang mengajak penontonnya untuk ikutan baper. 

Sejak awal episode, tokoh Seo Poong dan Dan Sae-woo diberikan konflik yang mengharuskan mereka untuk meninggalkan zona nyamannya. Poong yang awalnya bekerja di dapur restoran hotel memilih untuk mendirikan restorannya sendiri di pinggir jalan, sedangkan Sae-woo mau tidak mau harus memiliki pekerjaan hanya untuk bertahan hidup. Mereka berdua bahkan sama-sama bercerai setelah beberapa minggu menikah. 

Walaupun tingkah lakunya terlihat santai dan seperti tidak peduli, Doo Chil-seong sebenarnya adalah tokoh yang diceritakan sudah menderita sejak awal hidupnya. Ketika masih kanak-kanak, ia ditinggalkan oleh ibunya di restoran cina, kemudian menjadi gangster dan sudah beberapa kali masuk penjara. Namun, seperti yang aku bilang di awal, ia adalah seseorang yang baik hati. Luarnya saja yang terlihat 'agak' garang.

Poong adalah tokoh yang ambisius, tidak mudah menyerah, serta gigih. Itulah yang bisa aku tangkap selama ia memasak. Dendamnya harus terbayar tuntas, menu barunya harus bisa ia realisasikan. Namun ia tidak cukup mampu untuk memperjuangkan mantan istrinya untuk kembali. Ia hanya bisa marah, sedih, kecewa, serta kesal. 

Bagaimana dengan Dan Sae-woo? Walaupun sebelumnya ia kaya, sesungguhnya ia adalah wanita yang sederhana. Ia memiliki piaraan kuda sejak ia kecil menandakan bahwa ia adalah orang yang setia serta penyabar. Hobinya berolahraga fencing. Sungguh mencirikan bahwa ia adalah orang 'punya'. 

Doo Chil-seong? Tetap, ia adalah seseorang yang baik hati! Karena kebaikan hatinya itu, Poong, Sae-woo dan juga Chil-seong bisa menjadi teman yang baik. Chil-seong membantu Sae-woo yang sedang kesulitan uang, kemudian juga membantu mengambil kembali catatan resep Poong yang ketinggalan di restoran hotel dan disembunyikan mantan rekan kerjanya. Banyak lagi yang ia lakukan hingga Poong mendapatkan kembali posisinya di dapur restoran hotel.

Seol-ja, Geok-jong
Ibu Sae-woo
Seol-ja dan Geok-jong sebagai pembantu dan supir di keluarga Dan Sae-woo memiliki karakternya sendiri. Seol-ja yang ahli di bagian pemotongan dan merupakan sosok wanita yang tangguh menjadi andalan Seo Poong di dapur. Sedangkan ibu Sae-woo ini benar-benar tipikal ibu ratu banget, gak pernah ngambil kerjaan rumah tangga dan egois. Permintaannya harus dituruti pokoknya.
Chun-su, Bo-ra, Sam-son
Chun-su sebagai executive chef di dapur restoran hotel dan Sam-seon yang menjadi kepala bagian api setelah tersingkirnya Poong dari dapur sama-sama memiliki sifat iri hati dalam diri mereka. Ya dalam drama ini tentu saja iri terhadap Poong. Ketika Poong terjatuh pun, mereka tidak mau mengulurkan bantuan dan tampak senang karena Poong justru terjatuh. Padahal Poong menganggap Sam-son temannya yang baik, loh.

Hanya Bo-ra yang masih cukup peduli dengan Poong walau Poong sudah tidak bekerja di restoran hotel lagi. Namun, ia tidak cukup tegas untuk ikut berdiri bersama Poong. Ia hanya bisa ikut-ikutan keadaan saja. Hal itu mungkin dikarenakan usianya yang masih muda. Intinya, ia senang apabila Poong senang, dan sedih ketika Poong sedang susah.

The gang! Anak buahnya Chil-seong

Enggak hapal sama nama-namanya, karena di drama ini menceritakan tentang bagaimana kompaknya mereka dan patuhnya mereka pada atasannya, Doo Chil-seong. Walaupun di awal-awal episode mereka ngeselin banget, tapi di akhir-akhir mereka jadi melunak dan jadi sama kayak Chil-seong, baik hati!


Cerita oke, tapi kenapa ratingnya kurang memuaskan?


Selain memainkan karakter tokoh dan ceritanya agar membuat penonton ikutan baper, drama ini juga menarik pemirsa dengan mengangkat kisah di restoran yang notabene isinya ya MAKANAN SEMUA. Tapi, kenapa ratingnya gak sampai dua digit? Dan kenapa netizen rasanya kurang banyak yang ngomongin drama ini di internet?

Karena Jang Hyuk cuma jadi second lead? Itu murni kebutuhan drama sih. no comment deh.

Aku lebih setuju dengan pernyataan kalau drama ini kurang banyak peminat karena visualnya yang kurang.

Kalau boleh jujur sih, kalau saja drama ini dibuat menjadi semakin panjang, hampir gak ada bedanya sama sinetron di Indonesia. eh, gak lah.

Orang-orang yang hidup di zaman sekarang kebutuhannya akan dunia hiburan hampir merata, yaitu visual dan audio. Untuk visual aktor/aktris tentu saja udah oke, hanya saja ada beberapa scene yang editingnya kurang pas. cut to cut-nya kurang enak dilihat. Mungkin karena efek stripping jadi begitu yaa. Untuk pengambilan gambar masih standar sih, enggak ada gambar yang gak enak dilihat, tapi mungkin netizen berharap lebih dari itu. Tapi, bagiku itu sudah pas sih untuk mewujudkan drama rom-com ini. Pemilihan tempat kayak Giant Hotel, Restoran Hungry Wok, dan yang lainnya sudah pas bagiku.

Original Sound Track pada drama ini gak banyak sepertinya - atau aku aja yang gak nyadar. Aku sendiri paling suka OST part 1 nya yang judulnya "There's Something" yang dinyanyiin Jeong Sewoon ex Produce 101!


Baru nyadar kalau daritadi gak ada nyeritain kisah cintanya Poong dan Sae-woo, wkwk. Intinya kisah itu terbangun karena terbiasa bersama, dan juga merasa memiliki nasib yang sama. Love banget sama kisah mereka yang berawal dari sama-sama frustrasi dan ditakdirkan oleh fortune cookie. Awww Sweet~! 

Dalam drama ini, yang bisa aku petik pelajarannya yaitu:

"Orang-orang yang ada pada masa terburuk kita, adalah orang-orang terbaik"

Begitulah kira-kira. Selain itu, kalau melihat dari pribadinya Seo Poong, kita harus tetap berusaha dan jangan mudah menyerah! Seperti Poong yang tidak lantas terpuruk berhari-hari karena diselingkuhi, melainkan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan lihat apa hasilnya? Ia mendapatkan yang lebih dari yang sebelumnya ia miliki!

Walaupun drama korea zaman sekarang sudah banyak berinovasi, baik dari segi cerita maupun visual audionya, drama ini menurutku masih mempertahankan sisi originalitas dari drama korea yang dipuja-puja oleh banyak kaum wanita. Hal-hal itu adalah cowok ganteng, cerita yang bikin baper, ost yang bagus, serta penokohan karakternya yang kuat. Looking forward to karya Seo Sook-hyang cakkanim selanjutnya, semoga next bisa 'dibungkus' dengan teknis yang lebih baik lagi. Dan untuk Junho, main drama lagi yaaa sebelum wamil hehehe :):)

cowok ganteng, pinter masak, baik hati, bisa tegas, idaman banget lah ya?