Halo! Sepertinya sudah lama aku enggak mereview drama korea, ya. Akhirnya aku menemukan kembali drama yang membuatku benar-benar merasakan drama! Enggak nyangka, setelah berperan menjadi cowok-anti-kuman di Clean With Passion for Now, Yoon Kyun-sang berevolusi menjadi pengacara keren yang punya misi berat untuk menguliti kebenaran sebuah kasus pembunuhan. Tentu saja, pada perannya sebagai Ki Moo-hyeok di drama Class of Lies!

Dari komentar-komentar yang pernah kulihat, enggak sedikit yang punya pendapat kalau stasiun OCN memang jagonya memproduksi drama-drama crime, thriller, political, suspense, hingga misteri ... dan sepertinya aku mulai setuju! "Class of Lies" semakin menarik karena enggak mentah-mentah menuangkan unsur andalan yang kusebutkan tadi, sehingga bisa menjangkau lebih banyak orang dari berbagai usia untuk menonton. Drama Class of Lies menggunakan dunia sekolah sebagai 'tulang punggung'nya yang paling kuat, sebagai hulu dan hilir dari peristiwa yang membuat drama Class of Lies ini ada.


Belakangan aku belajar dan menyadari, kalau seseorang memilih tontonannya selain berdasarkan kesukaan, juga karena rasa 'kedekatannya' dengan tontonan tersebut. 'Kedekatan' ini ada banyak hal, mungkin bisa dilihat dari ceritanya, tokohnya, dan lain-lain. Aku memutuskan untuk menonton keenambelas episode drama Class of Lies ini karena merasa tokoh utama Ki Moo-hyeok mirip dengan tokoh kesukaanku dari anime Detective Conan, Kaito Kid. Mereka sama-sama cerdas sekaligus licik, serta melakukan hal yang 'sebenarnya tidak baik' demi menuntaskan misi mereka masing-masing. "Class of Lies" mengambil sudut pandang Ki Moo-hyeok sebagai pemeran utama. Ia adalah seorang pengacara ulung yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan kasus, hingga ia ditugaskan membela Kim Han-su, yang didakwa telah menusuk temannya, Jung Su-ah, dan mereka berasal dari SMA Cheonmyung yang elit dan bergengsi.

Aku suka drama ini karena alurnya yang terasa nyaman untuk diikuti, tidak dipanjang-panjangkan, serta selalu ada hambatan bagi Ki Moo-hyeok untuk mendapat sesuatu yang 'lagi dikitttt aja' berhasil diraihnya di setiap penghujung episode. Pada episode awal, Ki Moo-hyeok berhasil mematahkan asumsi banyak orang kalau Kim Han-su adalah pelakunya. Ia berhasil menguak beberapa data yang menjurus mengatakan bahwa korban Jung Su-ah adalah siswi SMA yang punya 'profesi' sampingan sebagai 'simpenan om-om'. Publik pun heboh, berubah dugaan bahwa Jung Su-ah dibunuh oleh om-om yang dilayaninya.

Usaha Ki Moo-hyeok untuk menang di persidangan Kim Han-su ternyata membuat segalanya menjadi berantakan. Firma hukum tempatnya bekerja memecatnya, izinnya sebagai pengacara dicabut, harta-hartanya ditarik oleh firma yang memecatnya, hingga terdakwa Kim Han-su yang koma karena jatuh dari atap gedung. Proses persidangan pun ditunda dan Kim Han-su berubah status menjadi terdakwa kasus pembunuhan, karena Jung Su-ah akhirnya meninggal. Karena hendak merebut kembali izinnya sebagai pengacara, Ki Moo-hyeok bertekad untuk membela Kim Han-su sampai akhir. Ia pun 'menyamar' menjadi guru sementara di SMA Cheonmyung untuk menguak kebenaran kasus pembunuhan Jung Su-ah.

SMA Cheonmyung adalah sekolah yang penuh dengan tipu daya. Dari muridnya, gurunya, sampai pegawainya! Hal tersebut yang membuat sebagian besar usaha untuk mengungkapkan kebenaran terhambat. Di drama ini, orang yang kaya, punya banyak relasi, akan semakin terpandang. Sedangkan yang kebalikannya akan semakin terpuruk. Guru-guru dan pegawai di sekolah ini juga enggak bisa berbuat banyak karena tidak ingin membahayakan posisi mereka. Mereka diam menghadapi semua kecurangan di sekolah itu, dan beberapa justru ikut andil demi menambah relasi maupun benefit lainnya.

Murid-muridnya pun tak kalah. Kalau aku bilang, merekalah kids jaman now dengan gaya yang lebih angkuh dan berkelas. Enggak perlu belajar mati-matian demi mendapat ranking satu. Tinggal suap, beres. Bahkan, bagi murid yang berasal dari kalangan atas, mereka bisa memanfaatkan murid lainnya yang kesannya enggak berdaya untuk dijadikan pesuruh. Keterlibatan orang tua mereka juga berdampak besar di perjalanan drama ini, hingga menjadi penyebab kenapa Jung Su-ah bisa terbunuh. Namun, tingkah laku para murid tersebut juga tidak lepas dari mentalnya yang masih remaja, sehingga apa yang terjadi selanjutnya benar-benar tidak bisa terprediksi.

Seluruh tokoh yang dihadirkan pada drama ini ditampilkan dengan porsi yang pas. Bahkan ada adegan ketika jaksa Cha Hyun-jung tertabrak dan harus dirawat di rumah sakit, seakan ingin menunjukkan bahwa keterlibatannya di beberapa episode tersebut tidak terlalu diperlukan. Karakternya dimatikan sementara, seperti ketika Kim Han-su yang masih koma. Tokoh seperti teman-teman Jung Su-ah yang bermuka dua; diantaranya ada Yoo Beom-jin, Han Tae-ra, Lee Ki-hoon dan Na Ye-ri, juga punya andil yang cukup dan memiliki latar belakang yang sekilas namun cukup kuat untuk dipahami. Begitu pula dengan Manajer Umum SMA Cheonmyung Lee Tae-seok, yang awalnya dicurigai sebagai om-om yang menafkahi Jung Su-ah saat masih hidup. Ada juga tokoh politik Yoo Yang-ki; ayah Yoo Beom-jin, dan beberapa orang dari kejaksaan dan firma hukum. Aku suka karena di drama ini banyak tokoh dan setiap karakternya kuat, walau itu membuatku bingung di pertengahan episode untuk memilih tokoh siapa yang paling mencurigakan sebagai pelaku pembunuh Jung Su-ah.

Kasus pembunuhan Jung Su-ah menyeret permasalahan lain yang juga harus diatasi. Namun, penghalang terbesarnya justru adalah orang-orang yang bermuka dua dan memenuhi lingkungannya dengan kamuflase. Untuk membasmi hal tersebut, Ki Moo-hyeok dan timnya pun juga harus 'pakai topeng'. Apalagi, yang harus mereka taklukkan bukan cuma di lingkungan sekolah, tapi juga merembet ke lingkungan hukum dan politik! Di setiap lingkungan yang harus ia cari faktanya, Ki Moo-hyeok setidaknya berhasil menggaet satu orang kepercayaannya. Kalau di sekolah ada wali kelas Kim Han-su; ibu guru Ha So-hyun, di kejaksaan ada jaksa Cha Hyun-jung; yang juga teman kuliahnya dulu, dan ada Park Won-suk yang ahli IT dan mempermudah penyelidikan dengan meretas situs web, handphone, bahkan CCTV!

Penyelidikan yang diketuai Ki Moo-hyeok menurutku asyik diikuti karena menyenangkan sekaligus menegangkan, karena posisi Ki Moo-hyeok yang sudah bukan pengacara, namun berusaha menyelidiki seperti polisi lewat 'jalan belakang'. Kalau ketahuan, ya bisa ditangkap! Untungnya, selama jalannya drama ini, mereka pintar untuk bersiasat. Paling jauh sampai Ki Moo-hyeok akhirnya ketahuan oleh beberapa warga sekolah kalau ia sesungguhnya adalah pengacara Kim Han-su.

Hal lain yang aku suka dari drama ini adalah dari awal episode hingga akhir episode, sangat jelas terjadi perbedaan emosi dari Ki Moo-hyeok. Apabila di awal ia sangat rakus dan haus akan kemenangan hingga menghalalkan segala cara, di akhir episode ia berubah menjadi lebih bijak walau masih memiliki sifat yang licik. Ki Moo-hyeok mendapat banyak pelajaran dari pengalamannya menguak kebenaran kasus pembunuhan Jung Su-ah. Dari drama ini juga aku mendapat pelajaran bahwa yang terlihat bagus belum tentu baik, tanpa kalimat tersebut harus dikatakan secara gamblang. Kemegahan SMA Cheonmyung, Firma hukum tempat kerja Ki Moo-hyeok sebelumnya, kantor kejaksaan, hingga singgasana politik milik ayah Yoo Beom-jin ternyata menyimpan banyak hal kotor yang saling terkait demi mempertahankan kemegahan mereka masing-masing.

Aku percaya kalau kesuksesan sebuah drama maupun film tentu juga melihat dari segi kualitas pemainnya. Selain Yoon Kyung-sang yang ternyata menurutku lebih cocok jadi pengacara flamboyan daripada cowok romantis, aktor-aktris yang berperan jadi murid SMA pun juga oke banget membawa emosi labilnya. Rasanya sudah lama aku tidak menonton thriller-suspense-mystery yang cukup mudah dimengerti seperti ini. Sampai jumpa di review ku selanjutnya!
p.s saat ini aku sedang menonton "When the Camellia Blooms"-nya Gong Hyo-jin. Nuansa komedi romantis dengan bumbu thrillernya lumayan asyik!