[IT MAY CONTAINS SPOILER, PLEASE DON'T BLAME ME]
Hari ini tak akan pernah aku lupakan dalam hidupku. Hari dimana aku untuk pertama kalinya menonton conan the movie di bioskop! Setelah penantian panjang, setelah puluhan movie conan lainnya aku tonton secara bajakan, akhirnya hari ini aku berhasil menempuh jalur legal untuk menikmati film kesukaanku!
Makin kesini, tokoh-tokoh di serial conan muncul dan pergi silih berganti. Tooru Amuro adalah salah satu tokoh yang tengah bersinar karena menjadi 'benang merah' antara Conan dan Organisasi Hitam. Ia adalah karakter yang kuat dan memiliki kisah yang masih misterius dan tentunya ingin sekali diketahui oleh penggemar setia Detektif Conan, daaaan kita akan tahu banyak tentang dia melalui film Zero the Enforcer ini!
Tapi.. sebenarnya siapa sih' Tooru Amuro itu?
![]() |
| Tooru Amuro / Furuya Rei / Bourbon / ZERO |
(Kusarankan supaya teman-teman yang ingin menonton Zero the Enforcer ini untuk mengenal setidaknya sedikit saja mengenai Tooru Amuro ini ya, karena ia adalah tokoh utama selain Conan dalam film ini.)
Tooru Amuro.... sebenarnya adalah nama samaran, loh. Nama aslinya adalah Rei Furuya. code namenya di Organisasi Hitam adalah Bourbon, dan code namenya di National Police Agency - Security Bureau adalah Zero. Sungguh luar biasa tokoh yang satu ini, banyak namanya ya. Untuk selanjutnya aku sebut dia Zero saja, ya.
Jadi Zero ini sebenarnya adalah bagian dari National Police Agency - Security Bureau yang mencakup seluruh Jepang. Lembaga ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada Public Security Bureau (PSB/Biro Keamanan Publik) yang berada di bawah naungan Kepolisian Metropolitan Tokyo. Dua lembaga ini saling bekerja sama untuk mendedikasikan dirinya pada negara mereka yaitu Jepang, yaa hampir mirip lah dengan FBInya Amerika. Kalau di versi komiknya kita tahu kalau Zero ini menyusup ke Organisasi Hitam untuk penyelidikan dengan kode nama Bourbon, pada film ini kita akan disuguhi cerita yang melibatkan Zero sebagai 'atasan rahasia' dari Biro Keamanan Publik Kepolisian Metropolitan Tokyo.
.... Karena selain Conan sendiri, tokoh utama dalam film ini adalah Zero, jadilah judul film ini Zero the Enforcer, dimana kata 'enforcer' itu sendiri berarti Penegak hukum. Dengan kata lain, film ini melibatkan Conan, Zero, dan kasus yang memiliki kaitan cukup erat dengan hukum. Bagi Zero sendiri berarti penegakan hukum, keadilan, serta keamanan bagi negara Jepang.
Hukum? mm,, keren gak nih cerita filmnya?
(MULAI SPOILER!)
Aku sudah menjadi maniak conan dari kecil dan setelah menonton movie yang ke-22 ini, aku merasa bahwa telah terjadi perkembangan yang cukup signifikan. Karena aku nontonnya di bioskop kah? Karena sutradaranya ganti, kah? Atau karena efek dari kemunculan Zero? Hmmm.
Menurutku, film ini mengedepankan rasa persaudaraan, kebersamaan, dan (sedikit) cinta dalam alur ceritanya.
Yang jelas, setelah menonton Zero the Enforcer ini, aku merasa terharu, terkesima dengan alur dan teknisnya yang semakin membaik, sekaligus bangga karena telah menjadi seorang maniak conan.
Coba tonton trailernya dulu deh biar makin penasaran dan pengen segera nonton.
Pada Zero the Enforcer ini aku merasa bahwa ceritanya dibuat sangat relate dengan kehidupan kita sekarang, terutama pada perkembangan teknologinya. Teknologi masa kini yang muncul pada film diantaranya ada drone, sistem luar angkasa mars dan bumi (dalam film ini, benda tersebut disebut sebagai 'angsa'), smart city di atas tanah reklamasi (dalam film ini adalah Edge of Ocean), jalan di atas laut menuju Edge of Ocean, IoT (Internet of Things), serta 'ketel presto'. Ah, 'ketel presto' ini mungkin hanya pendapatku saja, karena gambarnya mirip magic jar dan seketika aku teringat foto kepala keluar dari magic jar yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Bagiku, premis dari Zero the Enforcer adalah Conan dan Zero yang bekerja sama dalam menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan hukum. Dalam film ini, 'hukum' tersebut adalah kasus kesalahpahaman antara Jaksa Keamanan Publik dan Biro Keamanan Publik (PSB) yang akhirnya memunculkan niat untuk melalukan pengeboman dengan tujuan menjatuhkan nama lembaga yang dianggap musuh. Pengeboman dilakukan dengan sistem pengumpulan gas yang bisa dikontrol dengan kecanggihan Internet of Things (IoT). Tumben banget ya cerita di Conan secanggih ini?
Oh, iya. Karena Zero adalah seorang National Police Agency - Security Bureau yang sedang menyusup ke Organisasi Hitam, maka identitasnya adalah rahasia, walaupun kepada polisi sekalipun. Makanya, pada movie ini, ia memilih Conan sebagai kooperatornya.
Nah, lalu apa itu kooperator? Kooperator adalah orang yang dipercaya dan diajak kerja sama. Itulah kunci pada kasus dalam film ini. Seperti yang aku bilang tadi; rasa persaudaraan, kebersamaan, dan (sedikit) cinta adalah unsur yang dikedepankan, dan pada film ini pun diceritakan bahwa setiap tokoh memiliki kooperator mereka masing-masing. Yang jelas, chemistry antara Conan dan Zero dalam menyelesaikan kasus sungguh keren, di samping rasa curiga yang Conan miliki kepada Zero di awal-awal jalannya film.
Adegan Shinichi (Conan) dan Ran enggak banyak dimunculkan dalam film ini, tapi kesungguhan Conan untuk menyelamatkan Ran dan yang lainnya benar-benar tergambar kuat, tanpa melalui banyak kalimat. Bahkan Zero saja peka loh kalau Conan itu benar-benar sayang sama Ran *uhukk.
Siapa saja yang berperan dalam film ini?
Hehe, aku tidak ingin membocorkan ceritanya lebih dalam lagi, jadi aku langsung saja menyebut tokoh-tokohnya, ya.
Setelah menonton trailer teman-teman pasti sudah tau kalau pada scene-scene awal diceritakan bahwa Edge of Ocean yang akan dijadikan tempat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) meledak dengan dahsyat. Korban-korban yang berjatuhan sebagian besar adalah biro keamanan publik yang sedang melakukan inspeksi sebelum perhelatan diadakan. Awalnya peledakan tersebut disangka sebagai kecelakaan, namun akhirnya ada bukti-bukti di TKP yang menjurus kepada Detektif Kogoro.
Ia pun ditahan sementara untuk akhirnya dituntut oleh Jaksa Keamanan Publik. Penuntutan Kogoro ini dicetuskan oleh Biro Keamanan Publik itu sendiri. Zero pun juga ingin agar kasus pengeboman tersebut dijadikan kasus, bukan kecelakaan...... dan pada akhir film dijelaskan bahwa awal mula adanya pengeboman tersebut adalah karena adanya kesalahpahaman antara Jaksa Keamanan Publik dan Biro Keamanan Publik.
Dalam proses pemecahan kasus, Detective Boys (Ayumi, Genta, Mitsuhiko) memiliki peran yang cukup besar. Ai dan Profesor Agasa juga, pastinya. Mereka berlima berperan bersama dengan ciptaan terbaru Profesor Agasa yaitu drone yang bisa terbang sampai radius 30km! Nah, selain mereka juga muncul tokoh baru diantaranya:
- Kazumi Yuuya sebagai anggota Biro Keamanan Publik
- Tachibana Kyoko yang akan menjadi pengacara pembela Kogoro
- Kasukabe Makoto sebagai Jaksa Keamanan Publik yang akan menuntut Kogoro
- Iwai Sayoko, atasan dari Kasukabe Makoto
- Haba Fumikazu, kunci dari kasus pada movie ini.
Mereka sebagai tokoh-tokoh yang baru muncul dalam cerita Detektif Conan, memiliki character development yang bagus selama film berlangsung, serta dengan visualnya yang enak dilihat, kok. Jadi gak perlu khawatir lahh.
Kalau ceritanya udah oke, tokohnya juga sudah mantap, lalu... teknisnya bagaimana??
Tentu saja.... extremely great!
Masih seperti movie-movie yang terdahulu, pada Zero the Enforcer juga masih memakai backsound pendukung suasana khas Detective Conan dengan menggunakan instrumen seperti piano dan biola. Namun, ada perkembangan sedikit pada movie yang ini, yaitu penggunaan musik EDM pada scene-scene yang keren (tau lah scene yang mana... hehehehe). Tapi, bagian pemutaran theme song ketika klimaks ditiadakan pada film ini. Baru sadar, pantas rasanya agak janggal sih hehehe.
Penggambaran perspektif dan angle yang ditampilkan pada film juga sudah semakin mirip aslinya, seakan kita memang benar-benar disuguhi film, bukan sekedar anime. Aku suka film ini juga karena Conan dan Zero tampak cukup stylish pada film ini.
...hmm, sebenarnya banyak banget adegan-adegan yang aku suka. Tapi, tentu saja yang paling memorable di benakku adalah scene ketika Zero dan Conan menaiki mobil untuk mencegah terjadinya ledakan besar dan sebelum tancap gas, mereka melakukan hitung mundur, dan hitung mundurnya sampai angka 0 (zero)! Mereka berdua benar-benar kereeeeen saat itu!!
![]() |
| Hyoue Kuroda / Suspected as RUM |
Sejauh ini, aku puas dengan cerita serta teknis yang diolah oleh sutradara yang baru, Yuzuru Tachikawa. Selain itu, Zero memang memiliki kisah misterius yang sangat ingin diketahui oleh maniak Conan di samping identitas RUM yang sebenarnya.
Nah... pada film ini ada adegan Inspektur Hyoue Kuroda yang dicurigai sebagai RUM melakukan kontak dengan Zero loh... karena itulah... aku jadi ragu. Apakah Zero benar-benar orang baik, atau malah sebaliknya? Ataulah sebenarnya Inspektur Kuroda bukanlah RUM seperti yang kita kira? Nantikan saja~ Dan juga, untuk movie yang ke-23 tahun depan akan melibatkan Kaito Kid di malam hari! Semoga gak mengecewakan dan TAYANG LAGI DI BIOSKOP!!!!
Maaf kalau ada kesalahan ya... Silahkan komen kalau memiliki pendapat juga tentang film ini maupun tentang review yang aku buat, hehe.



3 Komentar
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
BalasHapusvisit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
visit =>> Watch Detective Conan: Zero the Enforcer Full Movies Online
BalasHapusbagus reviewnya..thanks ya
BalasHapus