[Bukan bermaksud untuk spoiler, hanya saja ingin mengapresiasi]

poster Along With the Gods 2: The Last 49 Days
Percayalah, lingkungan memiliki dampak yang sangat berarti kehidupan. Dari apa yang kau lihat, dengar, bahkan dalam kasusku - yang sudah terlalu sering melihat artikel-artikel mengenai kesuksesan film Along With the Gods - akhirnya tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai film tersebut daaaan berakhirlah pada diriku yang sedang menulis kembali apa yang aku rasakan saat menonton filmnya. Yuhu!

Kurasa hampir semua pecinta film/drama Korea tahu bahwa film Along With the Gods: The Last 49 Days merupakan salah satu film Korea yang sukses dalam meraup penonton dan hal tersebut berlanjut sejak film pertamanya Along With the Gods: The Two Worlds yang rilis tahun 2017. Tahun lalu enggak sempet 'ngelirik' filmnya yang pertama dan baru sempetin nonton baru-baru ini karena denger-denger di Korea sana filmnya yang kedua ngehits banget. Apalagi salah satu tokoh utama di film Along With the Gods: The Last 49 Days adalah Kim Dong-wook. Iya! yang berperan sebagai dr. Seo di drakor Radiant Office!!!

Okelah, kalau alasanku untuk nonton film kedua dari Along with The Gods ini karena pemainnya (Kim Dong-wook, ada juga Lee Joon-hyuk dan D.O EXO walau bukan jadi pemeran utama), aku akan kasi tau mengapa-film-ini-sangat-layak-untuk-ditonton-walau-harus-ke-bioskop-sekalipun sebelum filmnya enggak tayang lagi!


Tonton filmnya yang pertama Along With the Gods: The Two Worlds dulu dong! Habis itu pasti penasaran!

poster Along With the Gods: The Two Worlds
Bersyukurlah bagi yang sudah nonton filmnya yang pertama secara legal tahun lalu... aku ketinggalan jadi cuma bisa nonton downloadan :') Kalau sudah nonton yang The Two Worlds, setelahnya pasti terpikirkan kalau The Last 49 Days looks promising banget dan akhirnya kalian penasaran dan akhirnya nonton deeeh kalau ada niatan pastinya. 

Langkah ini sangat penting karena The Two Worlds adalah panduan supaya bisa mengerti hal-hal yang akan terjadi pada The Last 49 Days karena pada film keduanya itu tidak ada penjelasan lagi dan langsung mengarah pada cerita tanpa banyak berbasa-basi. Unsur-unsur yang sama pada dua film tersebut diantaranya karakter utama, latar tempat, serta 'lanjutan cerita' dari film pertama.

Intinya, Along With the Gods: The Last 49 Days akan menceritakan mengenai kisah tiga wali malaikat maut yaitu Gang rim, Deok-chun dan Hae Won Maek dalam mensukseskan arwah ke-49 untuk direinkarnasi yaitu Kim Su-hong yang ada kaitannya dengan cerita pada film Along With the Gods: The Two Worlds. Dalam perjalanannya mereka bertiga menerima misi-misi yang tidak mudah hingga akhirnya sebuah kebenaran diantara mereka bertiga terungkap.


Visual effect yang keren di samping visual pemainnya yang emang udah 'cakep'

3 wali malaikat: Gang-rim (Ha Jung-woo), Deok-chun (Kim Hyang-gi), Hae Won Maek (Ju Ji-hoon)
Aku yakin kalau ada penonton yang kurang mengerti sama cerita filmnya, orang tersebut kemungkinan besar enggan untuk beranjak dari tempat duduknya apabila di sepanjang film disuguhi oleh visual yang indah. Mau itu pemainnya yang ganteng atau cantik, pemandangan di film yang indah, maupun grafis pada film yang sangat keren tapi tidak terkesan dibuat-buat. Visual yang seperti itulah yang ada pada film ini.

Yaah... artian 'cakep' pada setiap orang memang beda-beda sih. Tapi bagi aku yang lebih suka dengan visual oriental dari artis-artis Korea dan juga beberapa adegan action, film Along With the Gods inilah yang harusnya jadi primadonaku sejak dulu!

Baik visual dari pemeran, sinematografi, maupun visual effect yang ada pada film ini juga sudah bergandengan dengan baik. Gang rim, Deok-chun, dan Hae Won Maek tak akan sekeren itu apabila wardrobe dan makeupnya tak sesuai. Serta kita tak akan 'sampai' pada cerita yang disungguhkan apabila sinematografi dan visual effectnya dibuat asal-asalan tanpa dasar yang mendalam. Walaupun gaya dari visual effect film ini tidak seheboh film-film hollywood, tapi setidaknya masih mampu mencapai otak-otak penonton yang belum pernah jauh-jauh berpikir akan luasnya dunia fantasi.

'Isi'nya yang bagus - cerita, nuansa komedi, serta pesan-pesan yang menyentuh

...orang-orang Korea emang jagonya buat drama, even when its a movie!

Apabila pada The Two Worlds lebih cenderung mengambil kisah keluarga dengan pesan untuk tidak menyia-nyiakan kehidupan, maka lain lagi pada The Last 49 Days yang mengambil tema besar yaitu pengkhianatan, lebih spesifiknya yaitu pengkhianatan yang telah dilakukan di masa lalu.

Konflik utama mengenai kendala 3 malaikat maut (Gang rim, Deok-chun, Hae Won Maek) dalam megangkat arwah mulia (suri teladan) Kim Su-hong menuju reinkarnasi mengantarkan penonton menuju konflik yang lain. Setidaknya ada dua kisah lain muncul karena kendala pada konflik utama tersebut. 

Karena Kim Su-hong sebelumnya adalah roh pendendam, maka Raja Yeomra sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di akhirat tidak mengizinkannya untuk direinkarnasi. Namun setelah diadakan perundingan, Raja Yeomra setuju untuk melakukannya dengan syarat bahwa Gang rim, Deok Chun dan Hae Won Maek harus mengangkat roh kakek Heo Choon-sam ke akhirat. Kakek Choon-sam seharusnya sudah meninggal namun dihalangi oleh Dewa Rumah Tangga (diperankan Ma Dong-seok)yang disembah oleh kakek itu dalam perwujudan sebuah guci. Dewa Rumah Tangga tersebut menyamar sebagai paman keluarga Heo dengan nama Heo Sung-joo.

Rupanya, Dewa Heo Sung-joo adalah wali malaikat yang membela Hae Won Maek dan juga Deok-chun 1000 tahun yang lalu. Dalam usaha Hae Won Maek dan Deok-chun dalam memanggil kakek Choon-sam ke akhirat, mereka bertanya-tanya kepada Dewa Sung-joo untuk memberitahu masa lalu mereka yang tidak sama sekali bisa mereka ingat karena ingatan masa lalu yang harus dihapus. Masa lalu tersebut rupanya sangat berkaitan dengan masa lalu pedih Gang-rim yang masih diingatnya sampai saat ini sejak 1000 tahun yang lalu.

Cukup banyak kisah menyentuh yang muncul dari konflik-konflik itu. Mulai dari rasa kasihan Dewa Sung-joo kepada cucu si kakek, Heo Hyun-dong yang tidak memiliki siapapun lagi selain si kakek, Kakek Heo Choon-sam dan cucunya yang hidup dikejar-kejar penagih utang dan ancaman rumah akan tergusur, serta kisah pengkhianatan Gang-rim serta kehidupan Kim Su-hong bahwa sebenarnya ia dikhianati oleh rekan-rekannya di militer. 

Tidak sebatas itu saja, film ini juga menggambarkan nuansa komedi yang cukup renyah dan segar apabila dibandingkan dengan cerita serius pada film ini melalui pendekatan karakter serta dialog dari Hae Won Maek, Dewa Rumah Tangga Heo Sung-joo, serta dua jaksa kocak (diperankan Lim Won-hee dan Jo Han-cul) yang selalu ada di setiap peradilan di setiap neraka!

...Okelah, tapi apakah film ini sempurna?

Sama halnya dengan masakan, tidak ada sebuah karya film yang sempurna karena tidak semua orang memiliki selera yang sama. 

Mungkin bagi penonton-penonton lainnya, tiga kisah yang disajikan dalam film ini telah disajikan sesuai dengan porsinya masing-masing, namun bagiku masih terasa 'agak' kurang. Bukan dari segi penempatan dan durasi waktu yang dihabiskan, namun mengenai karakternya yang tidak lebih 'menonjol' dibanding karakter yang lain.

Karena judulnya The Last 49 Days, maka seharusnya film ini memang berfokus pada tiga wali malaikat yang hendak mengajukan pengangkatan reinkarnasi tinggal 1 kali lagi sebelum 49 hari berlalu. Namun, karena pada film kali ini kisah masa lalu mereka bertiga akan terungkap, maka ada satu tokoh kunci yang diciptakan untuk membawa kita kepada resolusi atas konflik pada film tersebut. Tokoh tersebut adalah kapten Gang-rim yang tidak kehilangan ingatan masa lalunya, tidak seperti Hae Won Maek dan Deok-chun.

Namun, sayangnya aku merasa porsi mereka bertiga masih sama di saat Gang-rim seharusnya lebih menonjol dan 'meledak', terutama pada bagian klimaksnya. Hal tersebut berdampak pada kurangnya rasa iba dan simpati kepada Gang-rim yang kualami ketika duduk di bangku penonton. Yah, tapi bisa saja sih aku merasa kurang simpati karena tidak mengalami hal yang setidaknya mirip dengan yang dialami oleh Gang-rim, yaah bisa dibilang aku merasa kurang 'dekat' dengan karakter Gang-rim. Aku justru merasa lebih 'dekat' dengan karakter Hae Won Maek yang kocak, serius, keren, pengertian, dan juga ganteng pada saat-saat yang tepat :D.

Kekurangan yang aku sebutkan tadi hanya pendapatku saja, kok. Yang jelas, sutradara Kim Yong-hwa keren banget dalam menggarap film ini, semua unsurnya jelas dan enggak tumpang tindih satu sama lain. Filmnya tetep khas Korea dengan penggunaan teknologi film yang udah kayak hollywood ajaaaaaaa. Bahkan kita sampai lupa 'kan kalau film ini sebenarnya berawal dari webtoon... yah tapi pasti ada banyak bagian yang diimprovisasi juga sih.

D.O did his best!
[Alert] Setelah menonton bagian yang agak paling akhir pada The Last 49 Days ini, aku merasa bahwa mungkin saja akan ada film yang ketiga dan salah satu pemeran utamanya adalah D.O! Sebenarnya aku tidak merasa bahwa itu tidak memungkinkan karena EXO kemungkinan besar akan hiatus panjang karena satu per satu anggotanya akan pergi wamil tahun depan :'( Yaah kita tunggu saja kabar selanjutnya, semoga membahagiakan!!!


Thank you for reading ^^